Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

TEORI ORGANISASI MODERN

Senin, 04 April 2011

TUGAS I
SOFT SKILL SEMESTER II

Teori organisasi modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sitem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu system terbuka yang harus, bila ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya.

Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang sisiplin limu pengetahuan. Interaksi dinamis antar proses-proses, bagian-bagian dan fungsi-fungsi dalam suatu organisasi, maupun dengan organisasi lain, dan dengan lingkungan, merupakan inti pembahasan teori modern.

DASAR PEMIKIRAN TEORI ORGANSASI MODERN

Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950, walaupun beberapa tulisan telah di buat sebelumnya.
Teori modern dalam banyak hal mendasar berbeda dengan teori klasik..

Pertama : teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi.
Teori modern, dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
Kedua : ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koordinasi, skalar dan vertical. Teori neoklasik, sebenarnya bukan teori, mengubah teori klasik dengan menekankan pentingnya aspek perilaku manusia dalam organisasi.

Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum yang memadukan teori klasik dengan konsep-konsep yang lebih maju.
Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sengat kompleks, dinamis, multilevel, multidimentional, multivariable, dan probabilistik.
Sebagai suatu system, organisasi terdiri atas 3 unsur :
(1) unsure strukturyang bersifat makro (2) unsure proses yang juga bersifat makro dan (3) unsur prilaku naggota organisasi yang bersifat mikro.

Teori Sistem Umum

Teori system umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah umum organisasi yang berlaku universal.
Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh system sebagai titik awal.





Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat sistem sebagai berikut :

  1. struktur static
  2. sistem dinamik sederhana
  3. sistem sibernetik
  4. sistem terbuka
  5. sistem genetika social
  6. sistem hewani
  7. sistem manusiawi
  8. sistem transdental

Konsep sistem ini menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori organisasi modern.
Teori organisasi modern mempunyai kesamaan dengan teori sistem umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi. Perbedaannya hanya terletak pada tingkatan yang dicakup dalam bahasanya. Teori sistem umum membicarakan setiap tingkatan sistem, sedangkan teori organisasi modern memusatkan diri terutama pada tingkat organisasi manusia.
Kedua teori ini, teori organisasi modern dan teori sistem umum, mempelajari :

  1. bagian-bagian dalam keseluruhan dan pergerakana individu di dalam dan di luar sistem.
  2. interaksi individu-individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem.
  3. interaksi di antara individu-individu dalam sistem.
  4. masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.


PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN

Berikut ini sebagai rnagkuman akan di bahas pendekatan-pendekatan manajemen, yaitu pendekatan-pendekatan proses, perilaku, kuantitatif, sistem dan situasional.

Pendekatan Proses

Pendekatan proses dalam manajemen juga disebut pendekatan fungsional, operasional, universal, tradisional, atau klasik.
Para pencetus pendekatan ini bermaksud untuk mengidentifikasikan fungsi-fungsi manajemen dan kemudian menetapkan prinsip-prinsip dasar organisasi dan manajemen.
Dalam bukunya yang berjudul The Elements of Administration, Lyndall Urwick menyebutkan dua puluh sembilan prinsip, sedangkan Fayol mengemukakan empat belas prinsip. Prinsip-prinsip ini dinyatakan kedua tokoh ini hamper mencakup semua prinsip pendekatan klasik.
Empat prinsip pendekatan proses klasik yang penting adalah : (1) kesatuan perintah, (2) persamaan wewenang dan tanggung jawab (3) rentang kendali yang terbatas (4) delegasi pekerjaan-pekerjaan rutin.

Pendekatan Keperilakuan

Pendekatan keperilakuan muncul karena terhadap pendekatan klasik. Pendekatan ini sering disebut pendekatan hubungan manusiawi, mengemukakan bahwa pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja, Karena mengabaikan factor prilaku masing-masing individu yang berbeda-beda dalam organisasi. Pendekatan keperilakuan menekankan pentingnya kooperasi dan moral karyawan.

Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif sering dinyatakan dengan istilah management science atau opertions research (OR). Pendekatan ini terutam memandang manajemen dari perspektif model-model matematis dan proses-proses kuantitatif.
Menurut pendekatan kuantitatif, masalah-masalah manajemen dapat dirumuskan dan dijabarkan dalam berbagai bentuk model matematis, dan kemudian dianalisa serta dipecahkan dengan menggunakan berbagai teknik atau metoda kuantitatif untuk memperoleh hasil optimum. Pendekatan ini menganalisa masalah menajemen secara logic dan mengembangkan berbagai alternative keputusan pemecahannya.

Pendekatan Sistem

Merupakan pendekatan yang ditetapkan paling akhir, dan dapat dipahami dengan sudut pandangan teori sistem umum atau analisis sistem. Pendekatan sistem terutama menekankan saling ketergantungan dan keterkaitan bagian-bagian organisasi sebagai keseluruhan. Pendekatan ini memberikan kepada manajemen cara memandang organisasi sebagai keseluruhan dan sebagai bagian lingkungan eksternal yang lebih luas.

Pendekatan Situasional (Contingency)

Pendekatan Situasional muncul Karen ketidak puasan atas tanggapan keuniversalan dan kebutuhan memasukkan berbagai variable lingkungan ke dalam teori dan praktek manajemen. Pendekatan ini menggunakan hubungan-hubungan fungsional “bila- maka” (if – then). Dimana “bila” menunjukkan variable-variabel lingkungan dan “maka” terdiri atas konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen, yang mengarahkan ke pencapaian tujuan organisasi. Ada tiga komponen pokok dalam kerangka konseptual untuk pendekatan situasional : lingkungan, konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen dan hubungan kontingensi antara keduanya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

TEORI ORGANISASI NEOKLASIK

TUGAS I
SOFT SKILL SEMESTER II
Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori neoklasik merubah, menambah, dan dalam banyak hal memperluas teori klasik.
Anggapan dasar teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya.

PERKEMBANGAN TEORI NEOKLASIK

Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yag dilakukan di Hawthorne, serta tulisan Hugo Munsterberg. Pendekatan neoklasik ditemukan juga dalam buku-buku tentang hubungan manusiawi seperti Garder dan Moore, Human Ralation in Industry dan sebagainya.

Hugo Munsterberg

Hugo munsterberg menulis bukunya yang paling menonjol, Psychology and Industrial Efficiency, pada tahun 1913. Munsterberg sangat menghargai hasil kerja pencetus-pencetus manajemen ilmiah seperti Taylot, gilberth, Emerson, Gantt dan lainnya.

Percobaan-percobaan Hawthorne

Permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi (teori neo-klasik) ditandai dengan percobaan-percobaan Hawthorne yang dilakukan dari tahun 1924 sampai 1932, di pabrik Hawthorne milik perusahaan Western Electric di Cicero, Illinois, dekat Chicago, dan disponsori oleh National Research Council (lembaga riset nasional).

Percobaan pertama dilakukan untuk meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan terhadap produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.

Percobaan kedua dimulai pada bulan April tahun 1927. Percobaan ini melibatkan kelompok kecil pekerja, yang terdiri dari enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik.

Bulan Nopember, tahun 1931 percobaan terakhir dimulai. Tujuan observasi ini adalah untuk lebih memahami bagaimana norma-norma yang mengendalikan hasil kerja setiap organisasi dikembangkan oleh kelompok sosial para pekerja atau organisasi informal.


Konstribusi penting studi Howthorne. Penemuan-penemuan Hawthorn, bagaimanapun juga telah menambah dimensi-dimensi baru esensial bagi teori organisasi. Akhirnya percobaan-percobaan Hawthorne menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangar berpengaruh pada organisasi.

Oleh karena itu teori neoklasik mengemukan perlunya:
1.Partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
2.perluasan kerja(job enlargement)sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
3.Management bottom-up yang member kesempatan kepada para junior untuk berpasitipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
Proses-proses scalar dan fungsional
            Proses scalar dan fungsional menimbulkan berbagai masalah dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab,
Struktur organisasi
Teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran internal diantara orang-orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda-beda.
Rentang kendali
            Neoklasik menyatakan bahwa rentang kendali atau rasio atasan-bawahan adalah tidak selalu 1:8 dan sebagainya,dimana neoklasik mengusulkan pengawasan bebas demokratis,sedang klasik memilih pengawasan ketat.
PANDANGAN NEOKLASIK TERHADAP ORGANISASI INFORMAL
            Titik tekanan teori neoklasik adalah pada dua elemen pook dalam organisasi,organisasi informal muncul sebagai tanggapan akan kebutuhan social manusia-kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Teori organisasi klasik

 TUGAS I
SOFT SKILL SEMESTER 2
Teori organisasi klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan wewenang , tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terdapat bila orang-orang bekerja bersama.
Teori organisasi klasik terdiri atas (1) teori birokrasi (2) teori administrasi dan (3) manajemen ilmiah.
Teori birokrasi dipelopori oleh max weber, menurut max weber birokrasi mempunyai karakteristik tertentu yaitu:
1) Pembagian kerja yang jelas
Pembagian kerja atau spesialisasi harus sesuai dengan kemampuan seseorang.
2) Hierarki wewenang dirumuskan dengan baik
Sentralisasi kekuasaan berdasarkan suatu hierarki dengan pemisahan jelas peringkat atas dan bawah.
3) Program rasional untuk mencapai tujuan
Seleksi dan promosi personalia didasarkan atas kecakapan teknis, dan pendidikan latihan serta persyaratan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pelaksanaan tugas.
4) Sistem dan prosedur bagi penanganan situasi kerja
Perlu catatan tertulis demi kesinambungan, keseragaman dan transaksi.
5) Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiaban-kewajiban posisi para pemegang jabatan.
6) Hubungan antar pribadi bersifat normal
Ada pemisahan antara masalah pribadi dengan masalah formal organisasi.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

pengertian organisasi dan metode


TUGAS  I
SOFT SKILL SEMESTER 2
organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Organisasi identik dengan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Pengertian organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dalam wewenang tertentu. Organisasi yang dibentuk terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan yang sama untuk mewujudkan tujuan bersama.
Definisi Umum
Secara umum, organisasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari sekelompok individu yang melalui suatu hierarki sistematis dalam pembagian kerja, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara struktural dan sistematis. Berdasarkan definisi tersebut, organisasi memiliki beberapa batasan-batasan yang dapat digambarkan dalam sebuah organisasi.
Berikut ini adalah syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi dalam sebuah organisasi.
* Adanya struktur atau jenjang jabatan, kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan, staf pimpinan dan karyawan.
* Dalam sebuah organisasi, ada pembagian kerja. Artinya, setiap individu dalam institusi, baik yang sifatnya komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Secara umum, organisasi juga dapat diartikan sebagai wadah tempat orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam hal memanfaatkan sumber daya materi maupun nonmateri sarana dan prasarana, dan data yang digunakan secara efisien serta efektif untuk mencapai tujuan organisasi.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Alicia Keys - If I Ain't Got You w/some lyrics



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Travie McCoy: Billionaire ft. Bruno Mars (LIVE ACOUSTIC)

Senin, 21 Februari 2011



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Mengapa Pria Takut Berkomitmen?

Minggu, 09 Januari 2011

Kebanyakan pria selalu ingin berada di dekat seorang wanita yang benar-benar dia inginkan sepanjang waktu. Mereka memiliki segudang alasan untuk itu.
Tapi, ketika tiba waktunya untuk berkomitmen dengan pasangannya, umumnya pria mencoba menghindari situasi itu dengan berbagai alasan. Ingin tahu alasannya mengapa pria takut ‘terikat’? Simak artikel yang dikutip dari laman Dating Tips ini.
- Dia tidak ingin "terikat"
Bagi kebanyakan pria, masuk ke hubungan yang lebih serius berarti tidak bisa lagi melakukan apa yang dapat mereka lakukan sebelumnya. Ini mungkin berarti dia tidak ingin ada orang lain yang membatasinya. Atau mungkin, mereka masih ingin menjalin hubungan khusus dengan wanita lain.
- Ada wanita lain dalam pikirannya
Sebagian pria tidak ingin berkomitmen ke hubungan resmi karena mereka masih terbayang-bayang wanita lain yang sangat diinginkannya.
- Dia takut gagal
Beberapa pria takut berkomitmen karena mereka mungkin memiliki masalah tertentu. Salah satunya adalah takut hubungan tidak akan berhasil seperti sebelumnya.
- Memiliki pengalaman buruk dari hubungan sebelumnya
Sebagian pria mungkin takut membuat ikatan dengan wanita karena memiliki beberapa pengalaman buruk dalam kisah percintaan sebelumnya. Mereka mengalami trauma sehingga cenderung menghindari komitmen agar tidak masuk ke situasi yang sama lagi.
- Dia tidak benar-benar ada dalam hubungan
Beberapa pria tidak ingin komitmen hanya karena mereka tidak benar-benar ada dalam hubungan itu. Mereka hanya memikirkan aspek fisik wanita belaka. Mereka tidak ingin masuk ke sisi emosionalnya.
- Dia tidak ingin ditekan
Mengajaknya berkomitmen kadang-kadang dapat menyebabkan pria tidak nyaman. Bagi mereka, ajakan itu serasa suatu paksaan.
sumber dari  vivanews, dari siswanto

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer